Sejarah PN Sigli

pn

Pengadilan Negeri Sigli adalah Pengadilan dengan klas II.A yang berada di jalan Tengku Chik Ditiro No. 48 Kota Sigli Ibu Kota Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh. Dibangun di atas tanah milik Mahkamah Agung RI yang luasnya 2.975 M2, Sertifikat No. 16 Tanggal 20 Desember 1991, yang resmikan oleh Bapak Samsoeddin Aboebakar, SH pada tanggal 17 Juli 1971.


Gedung Pengadilan Negeri Sigli telah beberapa kali rehabilitasi, pada tahun 1984 ditambah 2 (dua) ruang sidang. Pada tahun 2009 dibangun ruang sidang anak, dan tahun 2010 dibangun ruang sidang utama sehingga ruang sidang berjumlah 4 (empat) ruang.


Sejarah Pengadilan Negeri Sigli, pada zaman Belanda di daerah ini terdapat badan peradilan yaitu :

  1. Musafat yaitu badan Peradilan yang mengadili perkara Perdata Gugatan yang Obyek Gugatannya lebih dari F. 100,- (Seratus Rupiah) dan Pidana yang Hukumnya lebih dari 3 (Tiga) bulan, berkedudukan di Sigli, Kota Bakti dan Meureudu yang diketahui oleh Asisten Residen atau Kontroleur dengan anggotanya Hulubalang dan seorang Ulama, sebagai pensehat.
  2. Landschapsgerecht badan Peradilan yang terdapat ditiap Kecamatan yang diketuai oleh Hulubalang dengan anggotanya 2 (dua) orang cerdik pandai seorang Ulama sebagai penasehat dan bintu oleh seorang kerani. Perkara yang diadili untuk Perdata dengan obyek gugatannya berharga tidak lebih dari Rp. 100,- (Seratus Rupiah) dan Pidana yang hukumnya tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.
  3. Perwakilan Lendrad berkedudukan di Sigli diketuai oleh Voorzitter Landraad dibantu oleh Grffer khusus mengadili perselisihan antara bumi putera dengan orang asing.



Pada masa penjajahan Jepang ;

  1. Tiho Hooin Sigli Shibu yang berkedudukan di Sigli diketahui oleh Tiho Hoointyo dengan angotanya 2 (dua) orang cerdik pandai, seorang Ulama sebagai penasehat dibantu oleh seorang Griffer, yang mengadili perkara Perdata dengan obyek gugatannya berharga lebih dari Rp. 100,- (seratus rupiah) Uang Jepang dan perkara Pidana yang Hukumnya lebih dari 3 (tiga) bulan dengan dihadiri Jaksa sebagai penuntut.
  2. Ku Hoin badan Peradilan yang berkedudukan di tiap Kecamatan, diketahui oleh Ku Hoointyo dengan anggotanya 2 (dua) orang cerdik pandai, seorang Ulama sebagai penasehat, dibantu oleh seorang juru usaha. Perkara yang diadili adalah untuk Perdata yang obyek gugatan berharga tidak lebih dari Rp. 300,- (tiga ratus rupiah) dan perkara Pidana yang Hukumnya tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.
  3. Dengan hapusnya Pengadilan rendah maka di Kabupaten Pidie hanya adanya ada satu Pengadilan Negeri yang berkedudukan di Sigli sampai keputusan Menteri Kehakiman tanggal 28 Desember 1972 No. JZP.1/4/19 menetapkan bahwa Pengadilan Negeri Sigli adalah Pengadilan Klas II. A dengan tiga tempat sidang diluar Gedung Pengadilan sampai sekarang.



Nama-nama Ketua Pengadilan Negeri Sigli yang pernah bertugas di Pengadilan Negeri Sigli antara lain :

  1. EDDYAN SATRIA, SH.
  2. SIGID PURWOKO, SH., MH.
  3. H. MUKHTAR AMIN, SH., MH.
  4. MARTIN GINTING, SH.
  5. NURMIATI, SH
  6. BAKHTIAR, SH. (Sekarang)

Translate »